Pasca pengumuman SIMAK UI 2009 menyisakan secercah kelegaan, kekhawatiran dan kekesalan buat mereka yang mendaftar. Kelegaan untuk mereka yang diumumkan sebagai mahasiswa. Kekhawatiran untuk mereka yang gagal diterima di UI. Dan kekesalan bagi mereka yang merasa BISA tapi tidak diterima.
Dari dulu saya memang tidak tertarik masuk UI. Memang secara harga, lebih murah jauh dibandingkan jika memasuki universitas swasta. Tapi melihat waktu pendaftaran UI yang di belakang-belakang, saya tidak mau mengambil risiko. Ditambah lagi, persaingan untuk masuk ke UI itu sangatlah ketat. Tidak mudah. Butuh persiapan matang yang tidak main-main.
Saya juga jujur saja TIDAK SUKA dengan sistem tes masuk UI. UI mengujikan seluruh mata pelajaran IPA ditambah mata pelajaran wajib kepada mereka yang ingin masuk jurusan IPA dan seluruh mata pelajaran IPS ditambah mata pelajaran wajib kepada mereka yang ingin masuk jurusan IPS.
Apakah Anda tidak berasa konyol, seseorang yang ingin masuk Sastra Belanda, tetapi yang diujikan adalah mata pelajaran Matematika, IPS Terpadu, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris?? Apakah Anda tidak kesal jika Anda ingin memasuki jurusan Ekonomi, tetapi cita-cita Anda terhambat hanya karena Anda tidak bisa Geografi yang jelas tidak digunakan di dalam Ekonomi?
Ada beberapa teman saya yang cukup yakin, secara passing grade bisa lolos (memperkirakan sendiri passing grade-nya), tetapi ternyata tidak diterima. Sementara teman saya itu persiapannya sangatlah matang. Sudah dari berbulan-bulan sebelumnya. Alangkah kasihannya dia tidak diterima. Bayangkan, dia mengorbankan persiapan UAN-nya untuk menghadapi SIMAK UI…
Banyak juga rumor yang beredar. Ada yang mengatakan bahwa bahkan yang mengecek lembar jawaban SIMAK tidak perduli jika lembar jawaban tersebut ketumpahan kopi atau tidak. Ada yang mengatakan bahwa jika ada 2000 lembar jawaban. Sementara 1300 sudah diperiksa dan diperoleh kuota dari jurusan tersebut yaitu sebanyak 100, maka sisa lembar jawaban tersebut tidak diperiksa lagi. Ada pula yang mengatakan bahwa lewat jalur belakang pun memungkinkan.
Entah rumor ini benar atau tidak.
Janganlah terpaku pada UI. UI memang universitas terbaik di Indonesia secara ranking. Tapi universitas terbaik belum tentu bisa memberikan ilmu terbaik kepada kita.
UI adalah salah satu dari sekian banyak jalan menuju kesuksesan. Tapi bukan harga mati untuk mencapai kesuksesan.
Jangan patah semangat ya yang belum diterima UI!

@rachmat aditiya: hmm. saya kurang setuju dengan “semua ilmu itu ada hubungannya satu dan lainnya”. memang ada beberapa ilmu yang saling berhubungan. seperti ilmu ekonomi yang juga menggunakan ilmu matematika. juga ilmu biologi yang menggabungkan ilmu biologi dan ilmu kimia. atau ilmu komputer yang menggabungkan pemahaman logika, matematika (seperti kombinatorika, dsb) dengan penerapannya pada komputer.
tapi saya tidak pernah menggunakan ilmu matematika, ilmu kimia, ilmu biologi, ilmu ekonomi, ilmu fisika, ilmu geografi untuk mempelajari suatu bahasa…
oleh sebab itu saya merasa sangat konyol mengujikan kemampuan ilmu geografi (misalnya) suatu orang untuk memutuskan seseorang BERHAK/TIDAK masuk jurusan sastra (entah sastra jawa, sastra belanda, sastra jerman, sastra inggris, dsb) ke dalam suatu universitas…