Menurut gw, harusnya pengadaan tulisan FIRST di layar tv terlebih dahulu diberitahukan kepada calon pelanggan HomeCable. Karena (baru sekarang) gw merasa tulisan tersebut sangat mengganggu.
Tadi gw nyalain EuroSport di salah satu tv gw yang dipasang decoder FirstMedia terbaru. Di layar tv sebelah kanan bawah ada tulisan FIRST yang nunjukkin kalo tv-nya itu dipakein HomeCable. Tapi ini justru sangat mengganggu. Gw lagi nonton championship dart di EuroSport, tulisan skornya gak bisa kebaca. Karena letak skornya ditaro di sebelah kanan bawah, ketutupan ama tulisan FIRST yang gak ada gunanya.
Untungnya di kamar gw dituker decoder lama. Sebelum-sebelumnya coba pake decoder baru gak ada yang bisa berfungsi dengan baik. Di decoder lama, gak ada tulisan FIRST (THANK GOD!). Jadi gw bisa nonton tanpa harus terganggu dengan tulisan semena-mena FirstMedia. Udah bayar aja masih harus ngiklanin FirstMedia di tv sendiri.
Mungkin untuk yang mao menonton film gak bakal terganggu. Toh gambarnya gede. Gak mungkin kan naro informasi penting di pojok kanan? (Kalo subtitle ternyata ketutupan sih gak tau) Tapi untuk mereka yang mao menonton acara olahraga, mungkin terganggu kalo skornya diletakkan di kanan bawah.
Tolong donk FirstMedia mempertimbangkan kepuasan pelanggan. Walaupun kecil (dibanding layar tv), mengurangi kenikmatan loh. Dikecilin lagi, atau skaligus dihilangkan aja. Tapi gw rasa kalo dipindain tempat, bisa aja entar sistem skornya ditaro di pojok kiri bawah, kanan atas ato kiri atas. Jadi menurut gw sih ilangin aja skalian.
Buat yang gak mau ada tulisannya, minta decoder lama aja. Walaupun secara bentuk dan desain mungkin jelek, tapi lebih nyaman karena ga ada tulisan FIRST. (Gw lebih suka segala-galanya sih yang pake decoder lama. Hoho)

Setuju nih.
FirstMedia semakin hari bukannya makin bagus, malah sebaliknya. Susunan tombol remote control untuk dekoder yang baru, lebih ngak enak dari model sebelumnya.
Dulu saya mau kirim surat ke Detik.com & Kompas.com, tapi ngak berhasil. Biar ngak stress sendiri, surat itu boleh saya tulis di sini aja yah?
—————————————-
Saya adalah pelanggan First Media sejak First Media masih bernama Kabelvision dan lippostar.com (saudaranya) belum bangkrut. Jika ada award untuk Customer Service (CS) terburuk saya yakin CS First Media akan masuk nominasi.
Sudah lebih dari dua bulan dan lebih dari empat kali saya lapor bahwa dekoder ke-2 saya tidak berfungsi. Setiap kali melapor First Media, CS-nya selalu menjawab, “kami akan menjadwalkan pergantian dekoder” atau “kami akan proses laporannya” atau “kami akan melaporkan ke bagian teknisi”.
Mungkin lebih baik First Media membeli mesin penjawab telepon (untuk menganti CS-nya) yang dapat menjawab laporan dengan kalimat, “silahkan tekan 1 untuk mendengar jawaban ‘Laporan Anda telah kami tampung’, tekan 2 untuk mendengar jawaban ‘Laporan Anda akan kami proses’, tekan 3 untuk mendengar jawaban ‘Laporan Anda akan kami teruskan ke bagian teknisi’, dan sebagainya.”
Sudah saya katakan bahwa Senin sampai Jumat saya selalu kerja sampai malam dan saya ada di rumah setiap hari Sabtu atau Minggu. Silahkan tukar dekoder itu pada saat saya ada di rumah. Saya pernah sarankan, jika First Media tidak punya karyawan untuk mengantarkan dekoder, saya akan suruh orang saya untuk menukar dekoder itu ke kantor First Media. Jawaban CS, “di kantor kami tidak ada dekoder”. Baiklah, lalu saya sarankan, tukar saja dekoder itu di kantor saya. Jawaban CS, “kami hanya bisa mengantar ke rumah”. Apa sih susahnya menukar dekoder itu pada hari Sabtu atau Minggu atau melakukan salah satu pilihan yang saya sarankan?
Pada saat masalah dekoder ke-2 belum selesai, sekarang muncul masalah yang lain di dekoder ke-1. Saya tidak bisa akses sebagian besar saluran karena telah keluar pesan ‘The smartcard is expired’. Apa-apaan ini? Buat apa kartu dekoder itu diberi tanggal kadaluarsa? Memangnya kartu dekoder itu makanan?
Akhirnya saya beritakan gangguan itu ke suatu media online. Pada hari yang sama saya mendapat telepon dari Bapak Sigit (maaf kalau saya salah sebut nama) untuk memberikan ’solusi’, yaitu teknisi akan datang ke tempat saya pada hari Sabtu, menganti dekoder & smartcard.
Ternyata saya telah berharap terlalu banyak. Teknisi yang datang adalah ‘teknisi buku manual’, ujung-ujungnya meminta saya melakukan hal yang menyebalkan yaitu menelepon CS First Media, lagi!
Akhirnya saya menelepon CS First Media, yang (tidak) lucunya, CS mengatakan akan mengirim ulang teknisi. Saya akan menjadi Mama Laurent yang bisa meramal kalau teknisi yang dikirim itu akan meminta saya menelepon CS lagi, kemudian CS akan mengirim teknisi lagi, begitu berulang seterusnya.
Walaupun dekoder telah diganti, sebagian besar siaran non-lokal tetap tidak dapat saya nikmati. Hanya itu masalahnya? Tidak.
Dengan dekoder yang baru ini, akan ada logo First Media di setiap salah satu sudut layar TV. Apa-apaan sih? Saya ingin menonton acara TV tanpa gangguan. Tidak perlu terlalu paranoid begitu dong seakan-akan setiap penonton akan merekam acara TV Anda.
Saya yakin pencetus ide ini tidak tahu istilah ‘image sticking’ alias ’screen burn’. Imaji statis di layar TV yang tampil terus untuk waktu lama akan meninggalkan jejak imaji itu. Saya tidak mau dalam beberapa bulan TV saya akan ‘dimiliki’ (baca: selalu berbayang logo) First Media.
Saya rasa para pelanggan First Media lain yang tidak mau layar TV-nya cacat, akan pindah ke pay-TV lain jika First Media tidak menghilangkan masalah ini.
Saya yang pertama sebab First Media tidak menyelesaikan masalah, tapi menambahkan masalah.
@Ryan: yeap. gw dulu puas ama kabelvision. skr jujur aja sebel ama firstmedia. tapi apa mau dikata, tetep aja gw pake produknya dia. fastnet, karena murahnya (untung skr gak banyak gangguan) dan homecable (untung dah bener masalah decoder).
ternyata masalah decoder bukan cuma dialami oleh gw. di postingan ini emang gw cuma nulis ttg masalah huruf FIRST yang mengganggu. tapi sesungguhnya, gw juga ngalamin hal yang sama persis kek elo. decoder yang dituker berulang-ulang dan tetep aja rusak.
pas kamar gw baru dipasang decoder homecable, gw cuma bisa menikmati tayangan lokal indonesia. channel luar smuanya gak ada yang bisa dibuka. dsuru orang firstmedia cuma set factory default ato apaan lah itu berulang-ulang kali. cabut colok kabel. dan terus-terusan begitu tanpa hasil yang terlihat.
akhirnya setelah berulang kali menelepon, teknisi datang dan mengganti decoder lagi. kali ini beberapa channel luar bisa ditonton, tapi channel lokal gak bisa ditonton. seinget gw salah satu channel luar yang bisa gw tonton adalah NHK. jadi kerjaan gw cuma nontonin sumo tiap malem.
setelah kembali ditelepon berulang kali, barulah decoder ketiga tampak “normal”. decoder ketiga ini pake decoder lama yang menurut gw performa-nya lebih memuaskan… stl pake decoder ke-3 barulah gw bisa menikmati semua tayangan yang gw pesen, homecable 66 & HBO Pak + StarMovies.
padahal dulu pas gw mulai berlangganan astro masalahnya gak berbelit-belit kek FirstMedia. padahal sama-sama pake decoder. astro skali pasang langsung jalan, tanpa masalah! dulu sempet ada masalah gak mau nyala, cuma gosok-gosok kartunya akhirnya lgs bisa jalan.
belom pernah loh teknisi astro harus dateng lagi untuk membetulkan decoder rusak selama 1 tahun berlangganan. moso FirstMedia belom ada 1 bulan berlangganan, dah harus ditelepon puluhan kali (bukan belasan lagi).
tolong diperbaiki donk masalah decoder. karena itu sangat merugikan pelanggan.